Pengaruh Game Mobile Lagends Pada Prilaku Anak

Saya bukanlah seorang gamer yang dalam kategori addicted, melainkan game BandarQ Online sebagai sebuah bentuk hibran dan juga sebagai pengamat pada game. Karena bukan seorang gamers sejati melaiankan pengamat game makan saya akan menyampaikan sebuah pengamatan mengenai pengaruh game mobile legend pada anak sekolah dibawah 10 tahun. Pada dasarnya semua game mempuyai pengaruh ad prilaku yang memainkan games tersebut bila si pemaian game adalah pribadi yang belum mampu menalar pada setiap adegan yang terjadi pada game tersebut.

Suatu siang saya menenukan anak saya dengan wajah lusuh dan baju lusuh saat istirahat kedua disekolahnya. Saat saya dekati saya melihat disudut matanya ada titik airmata (kayak lagunya stingky aja ya…) saat saya tanya “Kamu habis nangis ya mas?”  lalu anak saya menjawab sambil tetap terbata-bata “itu kawanku tak serang savage, double kill dan legendary nggak mati-mati” Inilah kenyataan bahwa anak yang berumur dibawah 10 tahun belum menyadari betul bahawa apa yang ada dalam sebuah game berbeda dengan kenyataan yang ada. Hal ini yang menjadi titik pembahasan saya.

Pengaruh Game Pada Anak

Dunia game adalah sebuah dunia yang di create semirip mungkin dengan dunia yang nyata. Tak jarang dunia nyata menjadi inspirasi terciptanya sebuah game. Tak berbeda jauh dengan film atau sinetron game dibuat semenarik mungkin. Dengan demikian dunia game aka mempengarui pemainya baik secara prilaku ataupun emosionalnya. Hal ini terjadi pada anak yang masih dibawah usia 10 tahun. Prilaku yang dipengaruhi oleh dunia game mobile lagend dibawa dalam kehidupan sehari-hari dan tak jarang hal ini menjadikan anak berprilaku seperti hero yang dipilihnya dan tak jarang tindakanyapun dimirip miripkan dengan hero pilihanya.

jasaqq

Dalam review game ini yang dikeluarkan oleh para legenda game juga menyebutkan bahwa game mobile lagends ini memiliki tingkat violence yang berada dilevel moderat. Istilah kill dan frist blod pun menjadi tambahhan kosa kata anak dalam melakukan tindakan tindakan kekerasan tersebut. Efeknya mereka secara tidak sadar melakukan kekerasan meskipun dengan maksud untuk bermain dengan teman-temanya. Tendangan, pukulan bahkan mantra yang dilakukan hero pilihannya diwujudnyatakan dan dalam tidakan. Mereka lupa bahwa apa yang ada dalam game itu merupakan hal yang tidak nyata. Artinya ketika musuh dalam game mendapatkan tendangan atau pukulan tidak berakibat luka atau sakit. Tetapi jika tindakan itu diyatakan dalam sebuah tindakan nyata maka mereka belum menyadari jika hal itu berbahaya. Maka perlu di ingatkan kembalai game ini bukan untuk konsumsi anak yang berusia dibawah 10 tahun yang belum tahu bahaya akibat tidakan main-main menirukan tokoh heronya.

Selain itu ada juga efek psikologis dimana anak yang bermain tidak sesuai dengan apa yang diharapkan akan menjadi murung dan kadang terbawa dalam mimpi mereka saat tidur malam. Kenyataan ini kadang oleh orang tua tidak terlal dipahami sehingga bila terjadi kekerasan disekolah orang tua cenderung menyalahkan pihak sekolah. Harap menjadi perhatian bagi orang tua yang memiliki anak hobi ngegame haruslah mengawasinya  dan memberikan pengertian yang baik pada anak-anak mereka sehingga anak-anak juga mampu memahami bahwa game adalah sebuah permainan belaka, bukan dunia nyata. Apapun tidakan yang dilakukan dalam dunia game tidak akan sama akibatnya bila itu dilakukan di kehidupan nyata. Dan harus menjadi kesadaran bagi orang tua jika game ini juga memiliki pengaruh yang kurang baik bagi prilaku anak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *